« Membeli Waralaba Setelah Usia 55 | Home
Pemerintah Petakan Usaha Waralaba
By zahidayat | November 28, 2007
JAKARTA – Departemen Perdagangan melakukan pemetaan potensi usaha waralaba secara nasional. Tahun depan, sistem waralaba diharapkan tumbuh semakin besar dengan variasi jenis industri yang kian banyak.”Kami sedang memetakan jenis usaha apa yang bisa diwaralabakan,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Ardiansyah Parman pada akhir pekan lalu di Jakarta.
Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu dilakukan kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah untuk mendorong waralaba di bidang kuliner. “Dari pusat jajanan yang dibangun, pemerintah memantau jenis usaha mana yang terbaik dan layak dibantu pengadaan sarananya dan dibina. Jika berkembang, akan diuji apakah sistemnya bisa diwaralabakan,” katanya.
Meski pertumbuhan usaha waralaba ini cukup tinggi di dalam negeri, pemerintah hingga kini tidak mentargetkan pertumbuhan waralaba di suatu angka tertentu.
Sebagai catatan, Data Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) menyebutkan pertumbuhan waralaba asing–pemegang master franchise/lisensi–pada 2006 mencapai 12 persen atau lebih tinggi dari pada pertumbuhan waralaba lokal sebesar 8 persen.
Sebanyak 95 persen dari waralaba itu adalah lisensi asing, yang beroperasi di Indonesia dan bermitra dengan perusahaan besar nasional. Sisanya, waralaba lokal yang tumbuh dari usaha kecil dan menengah.
Perkembangan bisnis waralaba dan lisensi pada 2007 diprediksi bakal semakin marak, terutama dengan hadirnya waralaba asing dari Cina, India, dan beberapa negara Timur Tengah. Adapun waralaba lokal bakal semakin berkembang tahun depan, terutama setelah perbankan nasional berjanji membiayai sektor usaha tersebut.
Sementara ini, kata Ardiansyah, waralaba sering kali muncul di bidang kuliner meskipun tak ada pembatasan jenis sektor yang diwaralabakan. “Sebenarnya, bidang usaha apa saja bisa asal punya sistem. Jika tidak punya sistem, akan sulit diduplikasi oleh pembeli waralaba. Karena sebenarnya waralaba tak hanya menjual produk bagus, tapi juga sistem. Sistem yang dimaksud bisa seperti penampilan, pengemasan, promosi, dan lain-lain,” katanya. RR ARIYANI
Koran Tempo, 5 November 2007
Topics: Kliping | No Comments »


Loading ...