waralaba, franchise indonesia waralaba, franchise indonesia
  • Kategori

  • Komentar Pembaca

    • Tulisan Terbaru

    • Archives

    • Download

      PP 42/2007 tentang Waralaba (Klik kanan Save as)
    • Waktu Jakarta

    • Blogarama - The Blog Directory

      KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
    • Newsletter

    • Home | 3 Rahasia Sukses Waralaba »

      Mitos Seputar Bisnis Waralaba

      By zahidayat | November 21, 2007

      Dalam merencanakan bisnis apa pun, anda tak bisa mengandalkan informasi yang didapat hanya selintasan. Meski 95 persen bisnis franchise sukses, namun terdapat sejumlah mitos yang berpotensi menjerumuskan “franchisee” pada kegagalan.

      Hal ini mungkin terjadi, jika entrepreuneur memasuki bisnis franchise hanya dilandasi ekspektasi tinggi namun kurang memahami realitas bisnis sesungguhnya.

      Karena itu, sikap realistis dan kehati-hatian penting diperhatikan ketika hendak membuka bisnis baru, baik dengan merek yang sudah “established” maupun yang dirintis dari awal.

      Selain menimbang pro dan kontra tentang bisnis franchise tertentu, anda bisa melakukan survei pendahuluan. Jangan gampang menerima pendapat “orang lain” dan pertimbangkan baik-baik apa yang dikatakan kepada anda termasuk yang dijelaskan “franchisor”.

      Mitos 1: Franchise adalah garansi kesuksesan dalam dunia bisnis
      Realitas: Alasan pokok keberhasilan franchise disebabkan persyaratan mereka yang ketat (rigorous). Misalnya, banyak franchise yang mensyaratkan investasi besar.

      Banyak investasi amat substansial nilainya. Karena itu, hanya entrepreuneur yang serius saja yang boleh mengikat kontrak.

      Dari sekian banyak yang membeli hak franchise dan terjun ke dalam tersebut, tak semuanya didukung aset yang memungkinkan mereka bisa menunggu imbal balik investasi.

      Faktanya, seringkali diperlukan waktu cukup lama bagi sebuah franchise sampai menghasilkan keuntungan. Hal ini disebabkan investasinya besar, royalti, dan biaya lainnya. Karena itu, kekurangan modal (undercapitalization) kerap menjadi penyebab kegagalan franchise.

      Mitos 2: Anda bisa menjadi bos
      Realitas: Meski anad menikmati kelebihan sebagai pemilik bisnis, namun anda masih dibatasi oleh sistem operasi yang digariskan franchisor. Contohnya, jam operasi bisnis, peralatan dan perlengkapan yang disetujui, serta perangkat pemasaran.

      Mitos 3: Membeli franchise tak terlalu mahal ketimbang merintis bisnis sendiri
      Realitas: Biaya awal untuk membeli franchise kadang nilainya sama dengan membangun bisnis sendiri dari bawah.

      Hal ini wajar jika nilai bangunan, peralatan, dan perlengkapan dibandingkan dengan franchise fee (yang meingizinkan pemakaian nama, logo, merek dagang, dan dalam kasus tertentu material pemasaran). Lalu ditambah dengan keuntungan yang masih harus dikurangi royalti.

      Tentu saja alasan ini tak perlu menyurutkan anda. Kenyataannya,  kunci mengelola franchise yang menguntungkan adalah menemukan peluang bisnis yang benar-benar tepat untuk anda.

      Mitos 5 : Franchise jalan bebas stres untuk memulai bisnis
      Realitas : Membangun bisnis apa pun bisa menimbulkan stres dalam masa tertentu. Sekalipun franchise menawarkan banyak manfaat seperti nama yang sudah dikenal, infrastruktur kerja dan kampanye lewat iklan, namun franchise tak kebal (immune) dari naik-turun nya kepemilikan bisnis.

      Faktanya, segala manfaat itu datang bersama sejumlah persyaratan. Tak hanya mengharuskan franchisee beroperasi dengan berbagai ketentuan (guidelines) seperti dijelaskan sebelumnya, namun mereka juga bertanggung jawab sepenuhnya atas sukses keuangan dari bisnis yang dijalankan.

      Contohnya, jika franchise mengalami penurunan penjualan lebih dari satu bulan. Tak hanya kehilangan pendapatan, franchisee juga harus memberikan penjelasan kepada franchisor kenapa itu terjadi.

      Mitos 6 : Memiliki franchise berarti anda tak perlu berurusan dengan karyawan
      Fakta : membangun  bisnis apa pun tak hanya memerlukan investasi keuangan, tetapi juga waktu dan tenaga. Anda akan tetap menghabiskan waktu, sesedikit apa pun, untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan lancar. Dan hal ini memerlukan komunikasi dan konsekuensinya memerlukan waktu untuk terus berhubungan dengan karyawan.

      Mitos 7: Anda selalu diproteksi dari kompetisi yang berasal dari franchise lain yang satu area
      Fakta : Hal ini bergantung pada kontrak yang dibuat. Jika kesepakatannya kuat, anda akan terlindung dari kompetisi tak diinginkan. Selain itu, anda juga harus memperhatikan baik-baik klausul jangka waktu kapan wilayah anda terbuka untuk negosiasi.

      Jalan untuk mencapai kesepakatan terbaik dengan franchisor, gunakanlah jasa konsultan hukum untuk menelaah dokumen-dokumen penting sebelum menyepakati semu ketentuan yang ada di dalamnya.

      Mitos 8: Jaringan bisnis paling populer (dan menguntungkan) adalah franchise

      Fakta: Meski banyak studi menunjukkan franchise memberikan pengembalian investasi lebih besar ketimbang yang lain, namun tak semua jaringan bisnis menguntungkan adalah franchise.

      Kasus seperti Starbucks, dijalankan dengan model perusahaan pribadi. Hal ini berarti, perusahaan memiliki tiap outlet, akan tetapi diperlukan manajer yang direkrut untuk menjalankan semua itu.

      Dalam bisnis apa pun, calon pemilik harus menyiapkan diri untuk bekerja keras, meluangkan waktu, dan dalam kasus tertentu menyediakan modal. Satu-satunya jalan yang memberi garansi kesuksesan adalah menemukan bisnis yang benar-benar memanfaatkan (utilisasi) semua sumber daya yang tersedia di tangan anda.

      Akhirnya, tetap optimistis sepanjang anda memahami perlunya dedikasi tinggi untuk menjalankan bisnis prospektif, termasuk franchise.

      Sumber: franchisegator.com/plasawaraba.com

      Topics: Tips | No Comments »

      Comments